Kelana

Mengagumi Wat Benchamabophit

Tepat rasanya bila Thailand mendapat julukan sebagai negeri seribu kuil. Bagaimana tidak, para pelancong dapat dengan mudah menemui kuil-kuil bercorak Budha di setiap penjuru jalan. Dari sekian banyak Wat (sebutan untuk kuil). Saya menyempatkan diri ke The Marble Temple atau Wat Benchamabophit di Dusit. Di awal, saya berniat untuk mengeksplore Ananta Samakhom Throne Hall beserta bangunan megah …

Kelana

Menikmati Malam di Asiatique The Riverfront

Ingin melepas penat setelah seharian keliling Kota Bangkok? Asiatique Riverfront bisa jadi pilihan yang tepat. Hang out dipinggir sungai Chao Phraya punya eksotisme tersendiri, apalagi jika dinikmati malam hari. Sejatinya, banyak traveller yang merekomendasikan untuk datang pada sore hari. Namun saya menjadikan Asiatique sebagai tempat terakhir setelah ‘berpusing-pusing’ ria di Rattanakosin. Untuk mencapai Asiatique anda harus menyebrang …

Kelana Ubarampe

Menjelajah Kota Tua Bangkok di Rattanakosin

Menjelajah Asia Tenggara, khususnya Negara Thailand sudah menjadi keinginan saya sejak lama. Beruntungnya, saya bisa plesir  ke sebagian Kota Bangkok dan Pattaya pada Hari Raya Imlek lalu. Bisa dikatakan, saya cukup matang untuk mempersiapkan perjalanan ini. Sudah sejak beberapa minggu ke belakang saya mulai menyusun ittinerary, budget, hingga mencari tahu seluruh transportasi umum di Negara Thailand. Oh ya, perlu anda ketahui …

Ubarampe

Sedu Sedan Mengais Fulus di Simpur

Represi dan policy harus diakui membawa dampak yang cukup sigifikan bagi para pedagang di Pasar Modern Simpur. Namun, kebertahanannya di antara berbagai pusat perbelanjaan baru, menunjukkan bahwa tempat ini masih menyimpan harapan sebagai ladang penghasilan. Matahari telah meninggalkan separuh timur. Namun suara para pedagang Pasar Modern Simpur masih terdengar melaung. Langkah kaki saya terus bergerak …

Ubarampe

Berbagi Cerita dalam “Indonesia Memanggil” Project

Apa yang terlintas dalam benak kalian jika mendengar istilah “sekolah ideal”?  Memiliki tenaga pengajar handal, laboratorium komputer yang memadai, atau perpustakaan yang nyaman, semua bisa jadi jawaban. Namun jika kita menengok ke beberapa daerah di pelosok Indonesia, bisa jadi semua hal di atas tidak mudah untuk ditemui. Hal inilah yang saya dapatkan ketika mengunjungi salah …

Kelana

Kelana: Mengagumi Anak Gunung Krakatau lebih dekat (Part 1- From Senen to Merak)

Seratus tiga puluh empat tahun yang lalu, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan berantai, melenyapkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Letusan gunung berapi tersebut menjadi salah satu letusan yang paling mematikan dan merusak dalam dunia vulkanologi. Setidaknya 30.000 orang menjadi korban jiwa dalam kejadian maha dahsyat tersebut. Dampak letusan bahkan terasa hinga di …

Ubarampe

Menggauli Lembur

Jam dinding di ruang rapat merajuk menuju angka delapan. Suasana gedung terlihat lengang. Hanya terlihat dua petugas keamanan yang ceria nan setia berdiri di balik bilik informasi. Sementara langit Jakarta makin menghitam, menyimpan cakrawala untuk dihadirkan esok hari. Nampak masih ada delapan buah komputer jinjing yang menyala terang. Enam belas mata masih terjaga, persis di …

Ubarampe

Mudik: Mulih Ka Udik!

Arunika belum begitu menyemburat, namun saya sudah berdiri tegap di tengah hiruk pikuk keramaian peron Stasiun Pasar Senen. Beberapa menit kemudian, Kereta Fajar Utama yang menjadi pengharapan akhirnya tiba. Tak berselang lama, kereta pun langsung diserbu ratusan orang yang hendak ruralisasi tuk menyambut tahun baru hijriah. Para porter yang mengangkut berbagai barang segera bergerak dengan cekatan. Tak …

Resensi

Drupadi: Sinisme Sang Poliandris

(Gambar cover Novel Drupadi oleh pengenbuku.com) Resensi buku Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma “Apa kalian sudah lupa? Apakah kalian sudah lupa penghinaan Kurawa yang tiada tara? Aku telah bersumpah tidak akan menyanggul rambutku jika belum dikeramas dengan darah Dursasana. Apakah para Pandawa akan membiarkan rambutku terurai selamanya? Dimanakah  Bima yang telah bersumpah untuk menghirup darah …

Resensi

Melawan Agnosia Kekerasan Seks dalam ‘hUSh’

Resensi film ‘hUSh’ karya Djenar Maesa Ayu & Kan Lume Sejak peradaban jahiliyah, tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat telah membentuk anggapan sebagai pembeda terhadap laki-laki dan perempuan. Sebagian besar orang masih menganggap laki-laki adalah golongan superior. Perbedaan psikologis dan kodrat biologis menjadikan perempuan sebagai warga kelas dua. Kondisi ini kian didukung dengan kultur yang lebih …