Borders Divide, Customs Connect

    “A nation that can’t control its border is not a nation” -Ronald Reagen- Memahami perspektif Ronald Reagen, turut memantik pemikiran akan vitalnya pengamanan wilayah perbatasan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat wilayah perbatasan merupakan “wajah” yang merepresentasikan bangsa. Di sisi lain, wilayah perbatasan juga menjadi pintu gerbang bagi importir dan eksportir yang berpotensi …

Menjelajah Kota Tua Bangkok di Rattanakosin

Menjelajah Asia Tenggara, khususnya Negara Thailand sudah menjadi keinginan saya sejak lama. Beruntungnya, saya bisa plesir  ke sebagian Kota Bangkok dan Pattaya pada Hari Raya Imlek lalu. Bisa dikatakan, saya cukup matang untuk mempersiapkan perjalanan ini. Sudah sejak beberapa minggu ke belakang saya mulai menyusun ittinerary, budget, hingga mencari tahu seluruh transportasi umum di Negara Thailand. Oh ya, perlu anda ketahui …

Sedu Sedan Mengais Fulus di Simpur

Represi dan policy harus diakui membawa dampak yang cukup sigifikan bagi para pedagang di Pasar Modern Simpur. Namun, kebertahanannya di antara berbagai pusat perbelanjaan baru, menunjukkan bahwa tempat ini masih menyimpan harapan sebagai ladang penghasilan. Matahari telah meninggalkan separuh timur. Namun suara para pedagang Pasar Modern Simpur masih terdengar melaung. Langkah kaki saya terus bergerak …

Berbagi Cerita dalam “Indonesia Memanggil” Project

Apa yang terlintas dalam benak kalian jika mendengar istilah “sekolah ideal”?  Memiliki tenaga pengajar handal, laboratorium komputer yang memadai, atau perpustakaan yang nyaman, semua bisa jadi jawaban. Namun jika kita menengok ke beberapa daerah di pelosok Indonesia, bisa jadi semua hal di atas tidak mudah untuk ditemui. Hal inilah yang saya dapatkan ketika mengunjungi salah …

Menggauli Lembur

Jam dinding di ruang rapat merajuk menuju angka delapan. Suasana gedung terlihat lengang. Hanya terlihat dua petugas keamanan yang ceria nan setia berdiri di balik bilik informasi. Sementara langit Jakarta makin menghitam, menyimpan cakrawala untuk dihadirkan esok hari. Nampak masih ada delapan buah komputer jinjing yang menyala terang. Enam belas mata masih terjaga, persis di …

Mudik: Mulih Ka Udik!

Arunika belum begitu menyemburat, namun saya sudah berdiri tegap di tengah hiruk pikuk keramaian peron Stasiun Pasar Senen. Beberapa menit kemudian, Kereta Fajar Utama yang menjadi pengharapan akhirnya tiba. Tak berselang lama, kereta pun langsung diserbu ratusan orang yang hendak ruralisasi tuk menyambut tahun baru hijriah. Para porter yang mengangkut berbagai barang segera bergerak dengan cekatan. Tak …